Daily Blog #3 : Itaewon Class

Hello, how are you? 🙂

I hope all of us are in a good condition and health right now. The Corona Virus has been one of the biggest pandemic of this decade. This cause an international issues and many countries are struggling to fight it so it doesn’t spread to a larger scale. And one of the Indonesian Government’s policies in order to stop the virus act is to work from home.

Continue reading

Daily Blog #2 : Work From Home

So, it’s been the second week since the government’s announcement about the work from home regulation for government’s employee. I am still in my rented house, with my housemates. Doing everyday activities at home.

There aren’t that much work that I can do so I decided to just get them done little by little so my boss can also see the progress of my work. Most of my days were filled with sleeping-cooking-eating cycle that I wish, I am not gaining that much weight.

Actually, people around here still pretty much doing their daily activity normally. There are just a few that are using mask wherever they go, maybe some lucky people. Because now, masks are sold out everywhere and so did hand sanitizer.

I wish this situation will come to an end very soon. Amin.

Daily Blog #1 : The Corona Virus

Hello! Long time no write!

So after quite some time, I finally come back here. In the normal condition, maybe I wouldn’t be able to write anything at this blog because I have a lot of works to do but this is a special occasion. Our country is in an emergency situation due to the dispersion of the Corona Virus, the brand new virus that cause a pandemic. The virus come from Wuhan, China and right now are already infecting Indonesia.

I hope the best for this country and I wish that we can find a better solution on how to stop the transmission of the virus within the country. There are already more than two hundreds people who are positively infected by the virus and it spreads at some provinces in Indonesia. Knowing how much people living in this country and how fast is the people’s mobilization, it’s quite possible for more transmissions that still can’t be identified.

So, I write this blog because right now, I have to work from home. Just like the other government employees. But, in fact there isn’t a lot of things to do because my work mostly require me to go to the office. But, I cannot go there yet because right now I am not in my best condition and the weather is very bad outside. It’s been two days since I lockdown myself in the house and I am very thankful that I have two housemates that already plan our meal so I don’t have to worry about that.

Well, that’s not what I initially wanted to write. But, there it is. Please, just stay at home and take care of your health! Eat well, drink a lot of water and make sure you have a good rest. May this emergency situation end soon. Amin.

 

Tidak Sempurna

Mereka bilang kehidupan memang tidak sempurna. Seberapa baik pun kamu merencanakan, akan selalu ada plot twist yang di akhir hari yang membuatmu sadar bahwa ada kekuatan yang lebih besar dari pikiranmu. Ada yang kuasanya melebihi semesta, yang setiap hari memberimu pelajaran, entah tersirat atau tersurat.

Kau yang bingung sebenarnya masih juga bertanya-tanya, baikkah hal yang ingin kau semogakan itu? Baikkah caramu dalam menujunya? Dan berapa banyak hati yang sudah kau sakiti untuk meraihnya?

Kemudian muncul pertanyaan-pertanyaan baru. Mana yang harus kau pilih antara menjaga hati orang lain atau menjaga hatimu? Mana yang harus kau pilih antara keinginan orang lain atau keinginanmu? Mungkinkah orang lain lebih tahu yang terbaik bagimu? Mungkinkah kau terus menerus menolak hal yang sebenarnya baik bagimu.

Kau memilih, karena tahu bahwa kau punya hak untuk memilih. Kau kira kau hanya perlu memilih, padahal ada manusia-manusia yang hatinya menjadi keruh karena pilihanmu.

Berhenti Sejenak

Seringkali saya merasa, waktu berlalu begitu cepat. Entahlah, rasanya usia setelah dua puluh tidak begitu meninggalkan kesan. Saya adalah saya, yang menjalani setiap hari dengan respon otomatis seolah sudah terprogram oleh alam bawah sadar. Saya adalah saya, yang tidak lagi sesak oleh rindu atau bergairah oleh mimpi.

Hari berulang. Dan meskipun tak sama setiap harinya, rasanya membosankan. Peristiwa terjadi silih berganti, tapi rasanya tak pernah mampu benar-benar memberiku pelajaran. Saya terus mengulangi kesalahan yang sama tanpa pernah menyadari bahwa hal itu adalah salah. Dan tak ada pula yang memberi tahu. Saya melangkah, mengira telah berubah bahkan sedikit saja menjadi lebih baik. Tapi pada akhir hari saya menyadari bahwa saya masih saya yang sama.

Tidak merenung, tidak menulis, artinya tidak belajar. Tidak mengingat kilas balik, tidak mengevaluasi diri, artinya lalai. Berbagai peristiwa yang terjadi, berbagai jenis manusia yang kutemui datang untuk memberiku pelajaran. Tapi saya yang naif menolak belajar. Saya merasa cukup dengan diriku yang penuh kekurangan ini.

Rasanya, saya benar-benar perlu untuk berhenti sejenak. Untuk kembali terhubung dengan jiwaku, untuk bersama-sama melihat kembali. Mengulas perjalanan hidup yang sudah dilalui. Untuk bersama-sama membuat komitmen yang sungguh-sungguh untuk menjadi manusia yang lebih baik. Manusia yang bermanfaat, bagi dirinya sendiri dan orang lain.

Kesadaran Baru dari Kelas Media Sosial

Awalnya, saya tertarik mengikuti kelas dari Perempuan BPS Menulis (PBM) karena ingin belajar menulis opini di surat kabar. Mengingat Ibu Kepala BPS yang hari-hari menyuruhku untuk menulis di koran dan fakta bahwa menulis di media massa akan dengan mudah membantuku mendapatkan angka kredit, saya pun langsung menghubungi admin dari PBM untuk mendaftar di kelas opini.

Continue reading

Kuliah Kehidupan

Dalam kuliah kehidupan, tidak ada guru atau dosen yang akan membimbing kita atau setidaknya memberi tahu apa yang harus kita lakukan, mana yang benar dan mana yang salah. Kita mulai belajar untuk memilah sendiri, memilih jalan yang akan kita ambil dan menanggung konsekuensinya. Kita mulai meraba-raba, menebak-nebak arah hidup yang akan kita jalani.

Tidak ada yang bertanggung jawab atas diri kita, tidak ada yang akan memarahi kita saat kita berbuat salah. Tidak ada yang protes saat kita tidak belajar. Dan kemudian kita mulai menyadari seberapa penting peran para guru dalam hidup kita.

Dalam kuliah kehidupan, semua terserah pada kita. Mau menjalani hari dengan produktif atau tidak. Mau melakukan hal-hal baik atau tidak. Mau mendengarkan kata hati atau tidak. Mau bermimpi lebih tinggi atau tidak. Mau peduli atau tidak.

Kita diberi kebebasan yang selama ini kita impikan atau barangkali kita kira kita impikan. Untuk memberi label baru pada tiap hal yang sebelumnya belum begitu kita kenali. Untuk mengeksplor sesuatu lebih jauh dan memutuskan sendiri apakah hal tersebut benar atau salah. Definisi menjadi hak mutlak kita. Dan kemudian kita diizinkan untuk merancang lagi kehidupan seperti apa yang kita inginkan.

Kuliah kehidupan bisa jadi berat. Tidak ada teman sekelas, semua pelajaran kita terima sendirian. Kadang tidak ada tempat bertanya kala kita bingung. Tapi jika kita jalani dengan sungguh-sungguh, luluslah kita menjadi pribadi yang tangguh. Siap terjun untuk hidup bersama masyarakat dengan prinsip teguh yang tidak mudah goyah.


Tentang Hidup dan Pilihan

Hidup dan Pilihan. Dua kata yang tidak bisa dipisahkan. Hidup memberikan pilihan dan pilihan menentukan bagaimana kehidupan kita selanjutnya. Ada sebuah quote anonim yang menyatakan bahwa ‘Hidup itu mudah. Buatlah keputusan dan jangan pernah menyesalinya.’ Dan seharusnya hidup memang semudah itu. Hanya saja kita selalu dihadapkan pada pilihan yang kemudian membuat kita berpikir kembali, seandainya saya memilih jalan yang lain akan seperti apa saya menjadi?

Continue reading

Pertemuan, Pertemanan dan Perpisahan

Hari ini saya berangkat dari kosan dengan niat menemani teman lama, teman dari  suatu masa di beberapa waktu yang lalu. Yang sampai saat ini masih menjadi teman. Dan malam ini saya pulang dengan membawa pemahaman yang baru, tentang pertemuan, pertemanan dan perpisahan.

Awal berjumpa, mungkin kita tidak menyangka bahwa orang yang sedang tersenyum di hadapan kita, yang sedang berusaha memecahkan suasana dengan merangkai kata adalah orang yang di kemudian hari akan menjadi salah satu orang terpenting dalam hidup kita. Adalah orang yang hingga beberapa waktu setelah berpisah akan terus kita kenang. Waktu itu kita bicara seperlunya saja, dengan sedikit bumbu basa-basi.

Continue reading